Langsung ke konten utama

BAB VIII DESAIN SISTEM TERINCI


Tujuan Desain Sistem Terinci

1. Memenuhi Kebutuhan Pengguna: Desain sistem harus mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna terhadap sistem yang akan dibangun. Ini mencakup pemahaman mendalam mengenai apa yang diinginkan oleh pengguna dan bagaimana sistem dapat memberikan solusi yang sesuai.
2. Memberikan Gambaran Jelas kepada Pemrogram: Tujuan kedua adalah untuk menyediakan rancang bangun yang jelas dan lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya. Ini bertujuan agar mereka dapat mengimplementasikan sistem dengan efektif, dengan detail yang cukup untuk memandu pengembangan perangkat lunak

B.    Komponen-komponen yang terdapat di dalam Desain Sistem Terinci

1. Desain InputMenentukan bagaimana data akan dimasukkan ke dalam sistem, termasuk format dan jenis data. Desain input harus memastikan bahwa data yang masuk adalah akurat dan relevan, serta meminimalkan kesalahan input.

2. Desain Output; Menggambarkan bagaimana informasi akan disajikan kepada pengguna, termasuk bentuk laporan, grafik, dan antarmuka pengguna. Desain output harus dirancang agar mudah dipahami oleh pengguna.

3. Desain Dialog Layar TerminalMerancang interaksi antara pengguna dan sistem melalui antarmuka pengguna, termasuk bagaimana data dimasukkan dan output ditampilkan

4. Desain DatabaseMengidentifikasi struktur penyimpanan data, termasuk tabel, relasi antar data, dan cara akses data. Pada tahap ini, rincian tentang isi dan struktur dari setiap file database diidentifikasi.

5. Desain Teknologi: Memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk mendukung sistem. Ini mencakup spesifikasi teknis dari komponen yang akan digunakan dalam implementasi sistem.


1. DESAIN INPUT TERINCI

Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yg terjadi dari transaksi-transaksi yg dilakukan oleh organisasi.. Data hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.

Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah.


 

MENGATUR TATA LETAK ISI INPUT

Tujuannya:

  1. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
  2. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu input.

 

2. DESAIN OUTPUT TERINCI

Pada tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras seperti kertas. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas selanjutnya.

 

Bentuk Laporan

Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.

 

MENGATUR TATA LETAK ISI OUTPUT

Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.

Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu output. Pengaturan tata letak isi output yg akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.

 

3. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL

Merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau dapat keduanya.

Terdapat beberapa strategi membuat dialog layar komputer:

1.     MENU. Banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface) yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa alternatif atau option atau pilihan yang disajikan kepada user. User dapat memilih pilihan di menu dengan cara menekan tombol angka atau huruf yang dihubungkan dengan pilihan tersebut.

2.     Kumpulan Instruksi (Instruction Set). Strategi dialog ini dilakukan dengan menuliskan suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengartikan instruksi ini serta memberikan respon jawaban.

3.     Dialog Pertanyaan/Jawaban (Question/Answer Dialog). Sistem akan menampilkan terlebih dahulu pertanyaan dan user menjawabnya untuk mendapatkan respon lebih lanjut dari sistem.

 


4. DESAIN DATABASE TERINCI

Di tahap desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk mengidentifikasikan kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mendefiniskan isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasikan di desain secara umum.

Elemen-elemen data di suatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output. Demikian juga dengan input yang akan direkamkan di database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi.

 

5. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI

Pada desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.

Setelah file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yg dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database yg akan menyimpan data untuk satu periode tertentu.

 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

    2.1 Perlunya Pengembangan Sistem dalam Suatu Organisasi  Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sebab perlunya pengembangan sistem :  1. Adanya permasalahan yang timbul pada sistem lama.  Sistem lama sering kali mengalami ketidakberesan, seperti kesalahan yang tidak disengaja, operasi tidak efisien, serta pelanggaran kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. 2. Pertumbuhan organisasi  Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini, maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi, sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. 3. Untuk meraih kesem...

BAB VI DESAIN SISTEM

  1. Arti Desain Sistem Desain sistem dapat didefinisikan sebagai proses yang dilakukan setelah tahap analisis sistem, di mana kebutuhan-kebutuhan fungsional diidentifikasi dan disiapkan untuk implementasi. Proses ini menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, termasuk perencanaan dan pengaturan dari berbagai elemen yang terpisah menjadi satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Beberapa definisi dari para ahli mengenai desain sistem meliputi: Robert J. Verzello menyatakan bahwa desain sistem adalah tahap setelah analisis yang mencakup pendefinisian kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi1. John Burch & Gary Grudnitski mendefinisikan desain sistem sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa dari elemen-elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan.  Desain sistem: a. Tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan sistem b. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk c. Mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat ...