Langsung ke konten utama

Bab 2 Perancangan Sistem Pendekatan Terstruktur

 

1.    Desain Sistem Secara Umum

Desain sistem secara umum adalah tahap penting dalam siklus pengembangan sistem yang dilakukan setelah analisis sistem. Pada tahap ini, analis sistem berfokus pada bagaimana membentuk sistem berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Desain ini memberikan gambaran makro tentang sistem yang akan dibangun, sebelum melanjutkan ke desain terinci.

Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru serta memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pengguna akhir.

Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user. Komponen sistem informasi yang didesain adalah: Model (mencakup model fisik dan logis dari sistem); Output (menentukan jenis output yang dihasilkan oleh sistem); Input (mengidentifikasi cara data akan dimasukkan ke dalam sistem); Database (merancang struktur penyimpanan data); Teknologi (menentukan teknologi yang akan digunakan untuk mendukung sistem); dan Kontrol (mengatur mekanisme kontrol untuk memastikan integritas dan keamanan data).

1. DESAIN MODEL SECARA UMUM 

Sistem analis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System & Logical Model. Bentuk Physical System dapat digambarkan dengan system flowchart. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD). 

Data Flow Diagram 

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat grafis yang digunakan untuk menggambarkan aliran data dalam suatu sistem. DFD membantu dalam memvisualisasikan bagaimana data bergerak dari satu entitas ke entitas lainnya serta bagaimana proses-proses dalam sistem berinteraksi dengan data tersebut.Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika. 

Simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram: 

1.External Entity (Kesatuan Luar) 

Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar dapat berupa: 

a. Suatu kantor, departemen, atau divisi dlm perusahaan 

b. Orang atau sekelompok orang di organisasi tsb 

c. Suatu organisasi atau orang yg berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok 

d. Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem 

Simbol: kesatuan luar dapat digambarkan dengan suatu notasi kotak. 

2. Data Flow (Arus Data) 

Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sbb: 

a. Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan 

b. Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem 

c. Masukan data untuk komputer 

d. Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file 

e. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda 

Simbol: Arus data dpt digbrkan dengan suatu panah    

3. Process (Proses) 

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. 

Simbol: lingkaran

4. Data Store (Simpanan Data) 

Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa: 

a. Suatu file atau database di sistem komputer 

b. Suatu arsip atau catatan manual 

c. Suatu tabel acuan manual 

d. Suatu agenda atau buku 

Simbol:  dua garis sejajar%3CmxGraphModel%3E%3Croot%3E%3CmxCell%20id%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%221%22%20parent%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%222%22%20value%3D%22%22%20style%3D%22html%3D1%3Bdashed%3D0%3BwhiteSpace%3Dwrap%3Bshape%3DpartialRectangle%3Bright%3D0%3B%22%20vertex%3D%221%22%20parent%3D%221%22%3E%3CmxGeometry%20x%3D%22360%22%20y%3D%22220%22%20width%3D%22100%22%20height%3D%2230%22%20as%3D%22geometry%22%2F%3E%3C%2FmxCell%3E%3C%2Froot%3E%3C%2FmxGraphModel%3E%3CmxGraphModel%3E%3Croot%3E%3CmxCell%20id%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%221%22%20parent%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%222%22%20value%3D%22%22%20style%3D%22html%3D1%3Bdashed%3D0%3BwhiteSpace%3Dwrap%3Bshape%3DpartialRectangle%3Bright%3D0%3B%22%20vertex%3D%221%22%20parent%3D%221%22%3E%3CmxGeometry%20x%3D%22360%22%20y%3D%22220%22%20width%3D%22100%22%20height%3D%2230%22%20as%3D%22geometry%22%2F%3E%3C%2FmxCell%3E%3C%2Froot%3E%3C%2FmxGraphModel%3E%3CmxGraphModel%3E%3Croot%3E%3CmxCell%20id%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%221%22%20parent%3D%220%22%2F%3E%3CmxCell%20id%3D%222%22%20value%3D%22%22%20style%3D%22html%3D1%3Bdashed%3D0%3BwhiteSpace%3Dwrap%3Bshape%3DpartialRectangle%3Bright%3D0%3B%22%20vertex%3D%221%22%20parent%3D%221%22%3E%3CmxGeometry%20x%3D%22360%22%20y%3D%22220%22%20width%3D%22100%22%20height%3D%2230%22%20as%3D%22geometry%22%2F%3E%3C%2FmxCell%3E%3C%2Froot%3E%3C%2FmxGraphModel%3E

2. Bentuk Data Flow Diagram 

Terdapat 2 bentuk Data Flow Diagram  yaitu Physical Data Flow Diagram (Diag. Arus Dt Fisik) dan Logical Data Flow Diagram (Diag. Arus Dt Logika). Data Flow Diagram  

Fisik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem lama) dan lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem yang diterapkan. Sedangkan diagram arus data logika digunakan utk menggambarkan sistem yang akan diusulkan dan lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat dalam sistem. 

3. Pedoman Menggambarkan Data Flow Diagram 

1. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem. 

2. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. 

3. Gambarkanlah terlebih dahulu suatu diagram konteks. 

Dari diagram konteks ini akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan level 0. Tiap-tiap proses di level 0 akan digambar secara lebih terinci lagi disebut dengan level 1. Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar secara lebih terinci lagi disebut dengan level 2 dst sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.  

4. Gambarlah bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. 

Bagan berjenjang digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DAD ke level-level lebih bawah lagi. 

5. Gambarlah sketsa DAD untuk diagram level 0 berdasarkan proses di bagan berjenjang. 

6. Gambarlah DAD utk level-level berikutnya yaitu level 1 dst utk tiap-tiap proses yg dipecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya. 


2. DESAIN INPUT SECARA UMUM 

Langkah-langkah desain input secara umum adalah: 

1) Menentukan Kebutuhan Input dari Sistem Baru: Identifikasi jenis input yang diperlukan berdasarkan analisis sistem dan diagram arus data (DAD).

2) Menentukan Parameter dari Input: Definisikan parameter input, termasuk bentuk, sumber, dan alat input yang akan digunakan.

Contoh: 

Data Induk Pegawai 

Nomor Induk Pegawai: 

Nama Pegawai:

Alamat: 

Tempat Lahir: 

Tanggal Lahir: 

Pendidikan: 

3) Pengkodean: Buat sistem pengkodean untuk mengklasifikasikan data agar mudah diingat dan digunakan.

4) Desain Dokumen Input: Rancang formulir atau tampilan layar untuk menangkap data dengan efektif.

5) Validasi Input: Implementasikan mekanisme untuk memastikan akurasi dan konsistensi data yang dimasukkan.


3. DESAIN OUTPUT SECARA UMUM 

Langkah-langkah desain output secara umum adalah: 

1) Menentukan Kebutuhan Output dari Sistem Baru: Identifikasi jenis output yang diperlukan berdasarkan analisis sistem dan DAD.

2) Menentukan Parameter Output: Definisikan parameter output, termasuk format, tipe, media distribusi, dan alat yang digunakan.

3) Desain Laporan dan Visualisasi: Rancang format laporan dan elemen visual untuk menyajikan data dengan jelas.

4) Pengujian Output: Uji hasil output untuk memastikan bahwa informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

5) Penyusunan Prosedur Distribusi Output: Tentukan cara output akan disebarkan kepada pengguna atau pihak terkait.


4. DESAIN DATABASE SECARA UMUM 

Database dibentuk dari kumpulan file. Sedangkan file dibentuk dari kumpulan Record. Dan record dibentuk dari kumpulan field. Sedangkan field merupakan kumpulan dari item data. Item data dapat berupa huruf, angka atau simbol-simbol khusus. 

Langkah-langkah desain database secara umum: 

1) Menentukan kebutuhan file pada sistem informasi 

2) Menentukan parameter dari desain database tsb. : Type File, Media File, Organisasi File & key field dari file tsb 

3) Normalisasi Data: Terapkan teknik normalisasi untuk mengurangi redundansi data dan meningkatkan integritas.

4) Definisi Indeks dan Kunci Utama: Tentukan kunci utama dan indeks untuk mempercepat akses data.

5) Pengujian Struktur Database: Uji struktur database untuk memastikan bahwa semua kebutuhan data dapat dipenuhi dengan efisien.


5. DESAIN TEKNOLOGI SECARA UMUM 

Untuk tahap desain teknologi secara umum, langkah pertama perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan, baik yang berkaitan dengan penggunaan hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware yaitu personil yang terlibat dengan sistem informasi. Kemudian langkah kedua adalah menentukan jumlah yang dibutuhkan dalam penggunaan hardware maupun software untuk sistem informasi tsb. Langkah ketiga adalah rancangan arsitektur sistem yang mencakup komponen teknologi yang akan digunakan. Langkah keempat adalah rencanakan bagaimana berbagai teknologi akan diintegrasikan dalam sistem secara keseluruhan. Langkah terakhir adalah uji semua komponen teknologi untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik bersama-sama dalam mendukung sistem.


2.    Desain Sistem Secara Terinci

Tujuan Desain Sistem Terinci

1. Memenuhi Kebutuhan Pengguna: Desain sistem harus mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna terhadap sistem yang akan dibangun. Ini mencakup pemahaman mendalam mengenai apa yang diinginkan oleh pengguna dan bagaimana sistem dapat memberikan solusi yang sesuai.

2. Memberikan Gambaran Jelas kepada Pemrogram: Tujuan kedua adalah untuk menyediakan rancang bangun yang jelas dan lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya. Ini bertujuan agar mereka dapat mengimplementasikan sistem dengan efektif, dengan detail yang cukup untuk memandu pengembangan perangkat lunak

B.    Komponen-komponen yang terdapat di dalam Desain Sistem Terinci

1. Desain InputMenentukan bagaimana data akan dimasukkan ke dalam sistem, termasuk format dan jenis data. Desain input harus memastikan bahwa data yang masuk adalah akurat dan relevan, serta meminimalkan kesalahan input.


2. Desain Output; Menggambarkan bagaimana informasi akan disajikan kepada pengguna, termasuk bentuk laporan, grafik, dan antarmuka pengguna. Desain output harus dirancang agar mudah dipahami oleh pengguna.

3. Desain Dialog Layar TerminalMerancang interaksi antara pengguna dan sistem melalui antarmuka pengguna, termasuk bagaimana data dimasukkan dan output ditampilkan

4. Desain DatabaseMengidentifikasi struktur penyimpanan data, termasuk tabel, relasi antar data, dan cara akses data. Pada tahap ini, rincian tentang isi dan struktur dari setiap file database diidentifikasi.

5. Desain Teknologi: Memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk mendukung sistem. Ini mencakup spesifikasi teknis dari komponen yang akan digunakan dalam implementasi sistem.


1. DESAIN INPUT TERINCI

Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yg terjadi dari transaksi-transaksi yg dilakukan oleh organisasi.. Data hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.

Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah.


 

MENGATUR TATA LETAK ISI INPUT

Tujuannya:

  1. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
  2. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu input.

 

2. DESAIN OUTPUT TERINCI

Pada tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras seperti kertas. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas selanjutnya.

 

Bentuk Laporan

Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.

 

MENGATUR TATA LETAK ISI OUTPUT

Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.

Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu output. Pengaturan tata letak isi output yg akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.

 

3. DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL

Merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau dapat keduanya.

Terdapat beberapa strategi membuat dialog layar komputer:

1.     MENU. Banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface) yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa alternatif atau option atau pilihan yang disajikan kepada user. User dapat memilih pilihan di menu dengan cara menekan tombol angka atau huruf yang dihubungkan dengan pilihan tersebut.

2.     Kumpulan Instruksi (Instruction Set). Strategi dialog ini dilakukan dengan menuliskan suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengartikan instruksi ini serta memberikan respon jawaban.

3.     Dialog Pertanyaan/Jawaban (Question/Answer Dialog). Sistem akan menampilkan terlebih dahulu pertanyaan dan user menjawabnya untuk mendapatkan respon lebih lanjut dari sistem.

 


4. DESAIN DATABASE TERINCI

Di tahap desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk mengidentifikasikan kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mendefiniskan isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasikan di desain secara umum.

Elemen-elemen data di suatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output. Demikian juga dengan input yang akan direkamkan di database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi.

 

5. DESAIN TEKNOLOGI TERINCI

Pada desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.

Setelah file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yg dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database yg akan menyimpan data untuk satu periode tertentu.

 

a.    Pendekatan Terstruktur : Sistem Flowchart, Data Flow Diagram & Syst. Procedure Diagram (Flowmap).

Ada beberapa perangkat permodelan sistem yang digunakan dalam merancang sistem, yaitu:

1. System Procedure Diagram (flowmap)

Digunakan untuk mendefinisikan hubungan antara bagian (pelaku proses), proses (manual atau berbasis komputer) dan aliran data (dalam bentuk dokumen masukan dan keluaran).

System Procedure Diagram menggunakan simbol-simbol sebagai berikut:

2. Entity Relational Diagram (ERD)

Merupakan jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Tujuan dari Entity Relational ini adalah untuk menunjukkan objek data dan relationship yang ada pada objek tersebut. Di samping itu Model ER ini merupakan salah satu alat untuk perancangan dalam basis data.

1. Komponen ERD

1. Entity: suatu objek yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik dengan objek lainnya. Simbol: persegi panjang

2. Relationship: hubungan yang terjadi antara satu entity dengan entity lainnya. Simbol: belah ketupat

3. Atribut: karakteristik dari Entity yang menyediakan penjelasan detail tentang entity tersebut. Simbol: oval

2. Derajat Realtionship
  1. Unary (Derajat satu): satu buah relationship menghubungkan satu buah entity.
  2. Binary (Derajat Dua): satu buah relationship menghubungkan dua buah entity.
  3. Ternary (Derajat Tiga): satu buah relationship menghubungkan tiga buah entity.

 

3. Cardinality Rasio

Yaitu menjelaskan batasan pada jumlah entity yang berhubungan melalui suatu  relationship. Jenis-jenis Cardinality Rasio:

  1. One To One (1:1), yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding satu berbanding satu.
  2. One To Many (1:M), yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding satu berbanding banyak.
  3. Many To One (M:1), yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyak berbanding satu.
  4. Many To Many (M:M), yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyak berbanding banyak.

 

4. Langkah-Langkah Membuat ERD

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entity yang terlibat
  2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing entity
  3. Menetapkan relationship antara satu entity dengan entity lainnya beserta foreign-keynya
  4. Menentukan derajat dan cardinality rasio untuk setiap relationship
  5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribut-atribut yang bukan kunci (non key)

 

5. Contoh Kasus

  1. Suatu perguruan tinggi mempunyai banyak mahasiswa. Setiap mahasiswa biasanya mengikuti beberapa mata kuliah. Setiap mata kuliah diajarkan oleh seorang dosen dan seorang dosen bisa mengajar beberapa mata kuliah. Pada entitas Mahasiswa diperlukan informasi tentang NIM, Nama_Mhs, Alamat_Mhs dan Jurusan sedangkan Mata Kuliah diperlukan informasi Kd_MK, Nm_Mk, SKS, Semester sedangkan Dosen diperlukan juga informasi tentang Kd_Dosen, Nm_Dosen.
  2. Suatu klinik memiliki praktek dokter bersama, sehingga dalam klinik tersebut memiliki banyak dokter. Seorang pasien, apabila akan berobat harus diperiksa oleh dokter dan sebaliknya dokter pun harus memeriksa pasien. Setiap selesai diperiksa pasien biasanya menerima resep berupa obat dan biasanya setiap pasien menerima beberapa jenis obat. Informasi tentang dokter adalah kode dokter, nama dokter, spesialis dan tarif. Sedangkan informasi tentang pasien adalah nomor pasien, nama pasien dan alamat. Informasi tentang obat adalah kode obat, nama obat, dosis.

 

 

3. Normalisasi

Adalah proses pengelompokkan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi.

Jenis-Jenis Key:

1.  Super Key: merupakan satu atau lebih atribut yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik

2. Candidate Key: merupakan kumpulan atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.

3.  Primary Key: memilih sebuah dari Candidate Key, dimana jaminan keunikan key-nya lebih baik.

4.  Alternate Key: Candidate Key yang tidak dijadikan primary key

 

Langkah-langkah pembentukan Normalisasi

1. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

 Pada bentuk ini merupakan kumpulan data yang tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.

2. Bentuk Normal Satu ( 1 NF)

Yaitu bila relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomic, artinya tidak ada lagi kerangkapan data.

3. Bentuk Normal Dua (2 NF)

Yaitu bila relasi tersebut merupakan 1 NF dan setiap atribut tergantung penuh pada primary key.

4. Bentuk Normal Ketiga (3 NF)

Yaitu bila relasi merupakan 2 NF dan tidak bergantung secara transitif pada primary key



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Soal UTS

  1. Sebutkan contoh-contoh jurnal dipublikasikan tahun 2019 – 2024 minimal 3 buah jurnal pada masing-masing tema. Dan pembahasannya pada tema-tema penelitian yang bisa digunakan pada saat penyusunan Skripsi nantinya (1 tema cukup membahas resume/ringkasan 1 jurnal):   a. Sistem Informasi SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PARIWISATA KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API DAN PHP  https://jurnal.unnur.ac.id/index.php/jurnalfiki/article/view/389/380 Artikel jurnal ini membahas mengenai pembuatan sistem informasi geografis berbasis web menggunakan Google Maps API dan PHP untuk mempermudah wisatawan menemukan destinasi wisata yang ada di kota Bandung.  Peneliti mengembangkan sistem ini karena masih banyak obyek wisata di kota bandung yang informasinya masih kurang, pemerintah hanya mengandalkan promosi lewat media cetak untuk mempromosikannya. Hal ini belum cukup untuk memberikan informasi kepariwisataan dan dinilai kurang efektif. Wisatawan dapat mengalami kesulitan un...

Bab 3 Perancangan Berorientasi Objek

1. Pengertian Perancangan Berorientasi Objek Perancangan Berorientasi Objek adalah metode dalam pengembangan sistem yang berfokus pada konsep objek sebagai elemen utama. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang berbasis prosedural, pendekatan ini mengorganisasi sistem dalam bentuk kelas dan objek yang memiliki atribut (data) dan metode (fungsi) untuk berinteraksi dengan objek lain. Karakteristik utama perancangan berorientasi objek: Modularitas → Sistem terdiri dari objek-objek independen. Enkapsulasi → Data dalam objek terlindungi dan hanya dapat diakses melalui metode tertentu. Hierarki → Adanya hubungan antar objek dengan prinsip pewarisan (inheritance). Abstraksi → Menyederhanakan kompleksitas dengan hanya menampilkan fitur yang relevan. Pendekatan ini membuat sistem lebih mudah dikembangkan, dipelihara, dan digunakan kembali. 2. Tujuan Perancangan Berorientasi Objek Pendekatan ini bertujuan untuk: Meningkatkan keterbacaan dan pemeliharaan sistem → Dengan pemisahan objek yang jel...

BAB III KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

Kebijakan dan Perencanaan Sistem Proses perencanaan sistem terbagi menjadi tiga tahap utama, yang masing-masing memiliki tujuan dan aktivitas spesifik. 1. Merencanakan Proyek-Proyek Sistem Tahap ini dilakukan oleh staf perencanaan dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan proyek sistem yang akan dikembangkan. Aktivitas dalam tahap ini meliputi: a. Mengkaji tujuan, perencanaan strategi Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan. Perencanaan sistem harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Ini berarti perencanaan sistem harus diarahkan untuk dapat merencanakan sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.  b. Mengidentifikasi proyek-proyek sistem  Menentukan proyek-proyek sistem informasi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi. Contoh :  Dalam perusahaan bisnis proyek-proyek sistem informasi dapat berupa sistem informasi untuk: 1.) Pengendalian Penjualan dan Pemasaran Sistem in...